Kemarin kubaca “kabar” itu
Dan itu memang dirimu
masih dengan pipi dan senyum yang sama
Dan entah kenapa satu kerat luka tergores,
dan satu tamparan keras lainnya untuk ego-ku
Untuk tamparan itu aku menangis.
Tapi untuk luka itu aku tertawa sejadi-jadi nya
Karena kau ………………..
Ahh .. sudah lah tak perlu ada yang tahu
NB : Pertama …. itu sebutan untuk mereka


